Dwi Retno Cahyaningrum, S.Psi. | Sabtu, 10 Januari 2026
Bismillaahirrahmaanirrahiim
Tugas pendidikan bukan mencetak orang-orang yang bisa mengerjakan soal ujian. Bukan untuk mencetak orang-orang berijazah.
Mendidik anak adalah mendisiplinkan akal, jiwa, dan jasadnya. Mencetaknya menjadi manusia beradab. Hamba Allah yang siap memimpin bumi.
Yang diuji di sekolah seharusnya bukan hanya pada seberapa kuat hafalan ilmunya. Namun, seberapa matang pola pemikiran seorang anak didik dalam memahami ilmunya yang menjadi dasar paradigma hidupnya.
Kerusakan alam dan tatanan hidup masyarakat yang terus terjadi seharusnya menyadarkan kita. Bahwa tidak berguna manusia-manusia bersekolah jika ternyata adabnya tidak terdidik. Yang dihasilkan secara nyata hanya manusia-manusia niradab yang hanya berorientasi pada hawa nafsu pribadinya. Manusia-manusia yang berilmu tanpa adab itu ternyata hanya menghasilkan tidak lain hanyalah kerusakan di dirinya, keluarganya, masyarakat dan alam sekitarnya ini.
Maka, fokus kita sebagai orang tua adalah mendidik anak-anak kita menjadi manusia beradab.
Manusia yang memahami tugas dan perannya sebagai pemimpin di bumi.
Manusia yang bisa memimpin dirinya sendiri dalam produktivitas amal shalih.
Manusia yang paling baik pada keluarganya.
Manusia yang bertakwa kepada Allah Penciptanya.
Surga itu tinggi. Tidak hanya diraih dengan idealisme yang tinggi. Namun, juga perjuangan dalam aksi nyata.
Jika Ayah dan Bunda ingin berinvestasi nyata dengan menyiapkan Anak-Anak Shalih. Yang menyejukkan mata di dunia dan menaikkan derajat di surga.
Mari hidupkan keteladanan bersama di keluarga kita! Mari berkolaborasi bersama Kuttab Nurul Jannah!