Dwi Retno Cahyaningrum, S.Psi. | Jumat, 26 Desember 2025
Hal yang senantiasa kita narasikan dengan harapan terinternalisasi menjadi buah iman yang menguat menjadi prinsip hidup anak kita adalah "Allah menciptakan manusia untuk beribadah."
Hari libur jangan sampai membuat anak-anak kita merasa bebas dari ibadah. Meski anak-anak Pra Kuttab belum termasuk mukallaf, mereka harus terus kita dampingi dan arahkan.
Liburan bukan berarti libur ibadah, nak!
Tentu saja bermain adalah dunia anak-anak. Namun, bukan berarti di hari libur anak kita bebas bermain sebebas-bebasnya, seperti:
1. Bermain bersama teman seharian.
Jika dibiarkan saja bermain bersama teman tanpa batas waktu, hal ini akan menjadikan anak jauh dari orang tua. Mereka akan lebih terikat dengan temannya. Padahal anak-anak masih dalam pengawasan dan pendidikan orang tuanya. Jika hal ini terus menerus terjadi, anak akan merasa bebas mengatur dirinya sendiri dan tidak mau diarahkan oleh orang tuanya.
Sebaiknya diberikan batas waktu 1-2 jam. Tentu saja, orang tua harus mengawasi dan memantau apa yang dilakukan anak bersama temannya. Jangan hanya memberi waktu terbatas, lalu kemudian orang tua lepas pengawasan.
2. Televisi dan gadget seharian.
Dampak negatifnya pasti ayah-bunda sudah sering membaca dan mendengar yaa...
Mulai dari mengganggu fokus dan kemampuan berpikir kritis, sampai toxic pemikiran dan tontonan yang membahayakan perkembangan keshalihan anak kita.
Bukan berarti anak dipaksa harus mengaji di hadapan orang tuanya, dll. Soal belajar baca membaca prinsipnya tetap sehappy anak yaa. Kuncinya sabar memberikan teladan saja.
Jadi ayah-bunda, liburan sekolah bukan berarti kita juga libur mendidik anak yaa...
Anak-anak harus tetap belajar bersyukur, mengatur kemandirian diri dan waktu, serta semangat melakukan amal-amal kebaikan yang mampu dilakukan.
Saat liburan inilah kita sebagai orang tua diuji. Apakah kita ini terus belajar dan berjuang menjadi guru teladan untuk anak-anak kita? Ataukah selama ini kita lepas tangan dan hanya bergantung pada sekolah untuk mendidik anak-anak kita.
Wallahul musta'an.